Stasiun Lempuyangan merupakan salah satu dari tiga stasiun utama di Yogyakarta yang menjadi akses penting bagi wisatawan yang menggunakan kereta api. Dibuka pertama kali pada 10 Juni 1872 oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschaappij (NISM), instansi pemerintah kolonial Belanda yang mengelola transportasi kereta api, stasiun ini awalnya bernama Station Djocja Lempoejangan.
Pada awal operasionalnya, Stasiun Lempuyangan difungsikan sebagai pusat pelayanan pengiriman barang dari berbagai pabrik di Yogyakarta. Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1900-an, stasiun ini mulai melayani angkutan penumpang dan terus berkembang hingga saat ini.
Struktur dan Fasilitas Stasiun Lempuyangan
Stasiun Lempuyangan memiliki enam jalur utama dengan beberapa jalur cabang. Jalur satu dan dua menjadi titik utama pemberhentian kereta api untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Jika kedua jalur tersebut penuh, jalur tiga dapat digunakan sebagai alternatif. Selain itu, jalur tiga juga berfungsi sebagai jalur melintas bagi kereta yang bergerak dari barat ke timur, sementara jalur empat digunakan untuk kereta yang melaju dari timur ke barat. Jalur lima, enam, dan selebihnya biasanya diperuntukkan bagi gerbong kargo maupun gerbong penumpang yang telah mencapai pemberhentian akhir.
Bangunan Stasiun Lempuyangan memiliki berbagai fasilitas, termasuk ruang operasional, ruang administrasi, loket, peron, stand UMKM, mushola, dan toilet. Ruang operasional dan administrasi berada di bagian tengah bangunan, sementara mushola dan toilet terletak di ujung barat stasiun. Wisatawan yang ingin pergi menaiki kereta maupun wisatawan yang turun dari kereta di stasiun lempuyangan dapat menikmati berbagai makanan ringan maupun berat dari berbagai stand UMKM yang terletak di antara ruang operasional dan pintu keluar kereta jarak jauh, berdekatan dengan toilet.
Peron utama stasiun mencakup jalur satu, dua, dan tiga, sementara jalur empat dan seterusnya tidak memiliki peron. Loket tiket di Stasiun Lempuyangan terbagi menjadi dua jenis, yaitu loket kereta jarak jauh dan loket kereta komuter line. Penumpang yang sudah memesan tiket kereta jarak jauh dapat mencetak tiket secara mandiri melalui mesin yang disediakan, sementara bagi yang belum memesan dapat membeli tiket langsung di loket. Untuk layanan kereta komuter line, penumpang diwajibkan memiliki kartu e-money. Jika saldo kartu tidak mencukupi, tersedia loket pengisian ulang saldo.
Akses Transportasi dari Stasiun Lempuyangan
Setibanya di Stasiun Lempuyangan, wisatawan memiliki berbagai pilihan transportasi untuk menjelajahi Kota Yogyakarta. Tersedia layanan taksi, ojek pangkalan, serta ojek dan taksi online yang dapat dipesan melalui aplikasi. Bagi yang ingin lebih fleksibel dalam bepergian, terdapat pula tempat penyewaan sepeda motor dengan biaya tertentu.
Dengan fasilitas yang lengkap dan akses transportasi yang mudah, Stasiun Lempuyangan menjadi titik awal yang ideal bagi wisatawan sebelum memulai petualangan mereka di Kota Yogyakarta.
